Produk Lelang

produk_lelangLELANG SUKARELA

Adalah lelang terhadap barang milik/kekayaan Badan Usaha Milik Negara/Daerah berbentuk persero yang seluruh sahamnya atau paling sedikit 51% dikuasai Negara/Daerah atau seluruh modalnya dimiliki Negara/Daerah badan hukum milik Negara, dan badan layanan umum serta lelang terhadap barang milik perorangan atau badan swasta.

Kesimpulan dalam pengertian lelang sukarela ini adalah :

  • Balai Lelang sebagai penyelenggara lelang atas asset yang diserahkan sampai pada penyerahan secara fisik kepada pemenang lelang.
  • Asset yang dilelang adalah asset yang non eksekusi, tidak dikuasai negara dan bukan asset yang harus dieksekusi karena putusan pengadilan.
  • Biaya administrasi lelang yang harus dibayarkan ke negara (BIAD) adalah 0,3 % dari harga yang terbentuk di lelang.
  • Pengajuan surat permohonan lelang ke Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara dilakukan oleh Balai Lelang dengan melampirkan surat kuasa dari penjual ke Balai Lelang.
  • Pengumuman resmi lelang dilakukan di media massa minimal 7 (tujuh) hari sebelum hari lelang.

 

LELANG EKSEKUSI

Adalah lelang yang dilakukan karena status eksekusi. Yang termasuk dalam lelang eksekusi ini adalah lelang putusan pengadilan, lelang harta pailit, lelang hak tanggungan, lelang fiducia, lelang Barang yang Tidak Dikuasai/Barang Dikuasai Negara, Barang Milik Negara, dan lainnya.

Kesimpulan dalam pengertian lelang eksekusi ini adalah :

  • Balai Lelang selaku “pelaksana pra lelang”, sementara pelaksanaan lelang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara, sedangkan pihak Balai Lelang mempersiapkan persiapan lelang hingga pemasaran asset.
  • Pelunasan pembayaran lelang ke rekening Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara.
  • Balai Lelang bekerjasama dengan Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara.
  • Kategori asset yang dilelang adalah asset hak tanggungan, putusan pengadilan, asset harta pailit, fiducia, gadai, dan sebagainya.
  • Permohonan lelang diajukan oleh Kurator, kreditur/pemegang hak tanggungan, pemegang fiducia, pemegang gadai, Pengadilan negeri, atau eksekutor ke Kantor Pelayanan Piutang dan Lelang Negara dengan mencantumkan Balai Lelang selaku “Pra Lelang”.
  • Pengumuman lelang dilakukan di media massa sesuai peraturan yang berlaku.
  • Untuk barang tidak bergerak dilakukan 2x dengan selang waktu 15 hari antara pengumuman I dan II serta sebelum pelaksanaan lelang. Sedangkan barang bergerak dilakukan minimal 1 x 7 hari sebelum pelaksanaan lelang.
  • Biaya yang harus dibayar ke kas negara (BIAD) adalah bea lelang pembeli, bea lelang penjual, uang miskin dan uang yang ditahan sebagaimana yang diatur dalam peraturan yang berlaku.